“kau percaya masa depan
masih milik kita?”
“akan selalu ada kita.
Aku percaya”
NANTI tidak bisa begitu
saja menoleh dan pergi dari masa lalu meskipun ia berkali-kali melakukannya.
Terakhir, ia mengucapkan selamat tinggal dan menikah dengan lelaki yang kini
terbaring di makamnya itu.
Aku tidak pernah ingin
mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak pernah mau beranjak dari masa lalu.

